PEMBUKAAN FIFA FLYPOWER OPEN 2017 OLEH KETUA KONI KAB – SIDOARJO

SIDOARJO, Membeludaknya peserta Fifa Flypower 3 Open membuat panitia menambah jumlah hari penyelenggaraan. Event yang semula berlangsung 5–11 Februari 2017 ditambah satu hari menjadi total delapan hari (5–12 Februari). Pilihan panitia sebenarnya, kalau tidak menambah stadion, ya menambah hari. Tapi, akhirnya kami pilih menambah hari,’’ ujar Eko Kusbiantoro, ketua panitia Fifa Open.

Pilihan menambah hari itu, menurut Eko, karena GOR Fifa di daerah Rangkah ternyata masih mencukupi untuk kapasitas 1.000 peserta. Selain itu, untuk menambah stadion juga akan lebih merepotkan. Target kami 800, ternyata sampai 1.000 peserta. Ya anggap saja 200 peserta itu kami nambah satu hari,’’ ujar Eko.

Antusiasme tinggi pelaksanaan Fifa Open itu diapresiasi oleh Ketua PBSI Jatim Oei Wijanarko Ady Mulya. Apalagi, menurut dia, event Fifa Open banyak diikuti atlet berusia sangat muda. Event ini positif sekali karena banyak bibit unggul di Jatim yang ikut kompetisi,’’ ujar Wijar sapaan Wijanarko.

Wijar mengungkapkan, PBSI Jatim juga akan mendorong PB Fifa untuk memasukkan event Fifa Open ini sebagai kaLender resmi PBSI pusat. Kalau sudah mendapat kalender resmi nasional, atlet bisa mendapat poin secara nasional. Untuk saat ini penyelenggaraan Fifa Open hanya masuk kalender PBSI Jatim,’’ tutur Wijar. Kami akan terus berkomunikasi dengan PB Fifa,’’ tambahnya.

Untuk bisa dimasukkan sebagai kalender resmi PBSI pusat, setidaknya event tersebut harus diselenggarakan minimal tiga kali. Untuk tahun ini, pelaksanaan Fifa Open mencapai tahun ketiga. Saya harap PB Fifa bisa mengajukan ke PBSI Sidoarjo, kemudian disampaikan ke pengprov. Nanti pengprov yang menesurkan ke pusat,’’ ujar Wijar.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat Wasekjen PP PBSI itu berharap, persaingan yang ada di event Fifa Open akan meningkatkan jumlah atlet berprestasi dari Jatim. Selain itu, akan semakin banyak klub yang membina pemain-pemain muda dan menambah jumlah atlet usia dini di Jatim. Ya, intinya akan ada efek domino bagi pembinaan atlet di Jatim,’’ ujar Wijanarko.

Ketua Umum PB Fifa M.Thoriq menanggapi santai kemungkinan Fifa Open bisa menjadi kalender nasional. Menurut dia, PB Fifa selaku pelaksana akan secara bertahap meningkatkan kualitas event. Ini sebenarnya kan juga sudah nasional. Ada peserta yang berasal dari luar Jawa. Cuma bedanya kan memang belum mendapat poin nasional,’’ tutur Thoriq.

Thoriq mengungkapkan bahwa nanti penyelenggaraan Fifa Open tahun ini dievaluasi terlebih dahulu. Jika memungkinkan, kanjut Thoriq, tidak tertutup kemungkinan event Fifa Open ini masuk kalender PBSI pusat. Dari PBSI pusat tentu kan ada standardisasi. Nanti kita lihat apa saja persyaratannya dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada sekarang,’’ ungkap Thoriq.

Hampir senada dengan Wijanarko, Ketua KONI Sidoarjo Franky Effendi meng- harapkan kompetisi Fifa Open ini bisa menjadi sarana pembibitan atlet-atlet di Jatim, khususnya Sidoarjo. Dari sini bisa dilihat seberapa kemampuan atlet. Kalau tidak ada event seperti ini, kan tidak ada tolok ukurnya sama sekali,’’ ujar Franky.

Adanya pembibitan melalui turnamen seperti Fifa Open, menurut Franky, akan sangat membantu Pengcab dalam memantau atlet potensial. Pengcab PBSI Sidoarjo khususnya akan memiliki database pemain yang lebih kaya. Syukur-syukur melalui turnamen seperti ini akan lahir Winda Puji Hastuti baru,’’ kata Franky.

Winda Puji Hastuti merupakan atlet PB Fifa yang akhir 2016 berhasil meraih Juara Apacs Junior Master. Atas prestasinya tersebut, Winda pada 2017 ini mendapat kesempatan magang di Pelatnas Cipayung. Pada penyelenggaraan Fifa Open tahun sebelumnya, Winda juga berhasil mendapat gelar juara di kelompok tunggal taruna putri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.